Bahaya Penyakit Miom

Bahaya Penyakit MiomPenyakit miom merupakan istilah dalam dunia kedokteran untuk menjelaskan mengenai suatu kondisi dari tumor pada dinding rahim. Dan asalnya adalah dari sel otot di dinding rahim. Tetapi, semakin berubah menjadi penyakit tumor dan pada akhirnya menempel dibagian otot dinding rahim tadi. Ukuran dari penyakit miom bisa sebesar kacang polong, hingga membentuk seperti sebutir anggur. Miom mempunyai tekstur yang kenyal dan pertumbuhannya bisa cepat atau juga lambat, sehingga awalnya hanya satu, dan jika tidak mendapatkan penanganan segera maka jumlahnya bisa lebih banyak. Namun menurut medis statitistik sebagian besar dari penyakit miom tidak menyebabkan bahaya. Karena bahaya penyakit miom rendah sekali untuk bisa menjadi penyakit kanker.

Bahaya Penyakit Miom

Bahaya Penyakit Miom

Bahaya Penyakit Miom

Jika ukuran dari penyakit miom kecil, maka biasanya deteksi yang dilakukan juga terbilang sulit. Tetapi, jika ukurannya besar, maka bisa menyebabkan :

  1. Nyeri pada perut dan juga pinggul
  2. Perut seperti terasa penuh dan juga kadang membesar mirip seperti orang hamil
  3. Nyeri saat sedang melakukan hubungan seksual
  4. Gejala penyakit anemia akibat kekurangan atau kehilangan darah saat haid.
  5. Sering buang air kecil akibat miom menekan kandung kemih.
  6. Tekanan yang terjadi dibagian panggul
  7. Gangguan seperti menstruasi yang tidak lancar dan teratur, sakit haid, dan pendarahan yang abnormal.

Bahaya penyakit miom bisa mengurangi peluang kehamilan. Jika kemunculan atau pertumbuhan dari miom terjadi di saluran rahim, akibat leher rahim yang mengecil dan menyebabkan masuknya sperma menjadi terhambat menuju ke rahim sehingga membuat proses ovulasi menjadi sulit. Jadi, bahaya penyakit miom ini harus dihilangkan terlebih dahulu. Karena bahaya penyakit miom untuk wanita bisa membuat mereka sulit hamil, jika tumbuh dibagian dinding rahim akibat adanya hambatan dari penanaman atau juga implantasi pada sel telur yang sudah dibuahi didaerah sana.

Bahaya penyakit miom untuk kehamilan adalah pada trisemester pertama biasanya terdapat ancaman terjadinya keguguran karena miom yang mengalami pembesaran akan membuat embrio terdorong sehingga tidak dapat menempel dengan lebih baik di dinding rahim. Dan jika kehamilan berlanjut, maka bahaya penyakit miom akan membuat janin terdesak sampai ke plasenta previa atau plasenta yang tumbuh dibawah rahim, dan juga pendarahan yang terjadi saat persalinan.

Selain itu, dibawah ini adalah bahaya penyakit miom untuk kehamilan adalah :

  1. Penyakit tumor myoma yang bisa mengalami pendarahan secara mendalam, sehingga akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
  2. Tangkai tumor yang terpuntir yang bisa menyebabkan gangguan dibagian plasenta janin
  3. Kelainan pada letak plasenta
  4. Kelainan pada letak janin
  5. Jalan lahir yang terhalang
  6. Kontraksi rahim yang lemah saat proses persalinan normal
  7. Gangguan pada pelepasan plasenta janin disaat proses persalinan normal

Dibawah ini merupakan obat miom alami adalah :

  1. Resep 1
    Ambillah benalu jeruk nipis sebanyak 1 genggam, daun sambiloto sebanyak 11 lembar, dan kunyit sebesar telur ayam 1 biji. Dan setelah itu pengolahannya adalah mencuci bersih semua bahan-bahan tadi. Setelah itu kupas dan kemudian di iris tipis kunyit, dan rebuslah dengan menggunakan 5 gelas air hingga yang tersisa hanya 3 gelas saja. Setelah itu ramuan diangkat dan disaring jika Anda hendak meminumnya. Aturan minumnya adalah diminum 3 kali sehari dengan dosis sekali minum adalah ½ gelas.
  2. Resep 2
    Ambillah temu putih sebesar telur itik kurang lebih 1 biji, temu mangga sebesar ukuran telur itik juga 1 biji. Dan cara mengolahnya adalah cuci bersih semua bahan bahan tadu, kemudian di kupas dan setelah itu di iris tipis. Rebuslah kesemua bahan bahan tadi dengan menggunakan 4 gelas air sampai air rebusan yang tersisa adalah 2 gelas saja, angkatlah ramuan tadi dan saring jika Anda hendak meminumnya. Aturan minumnya adalah diminum 3 kali sehari, dan masing-masing dosis minumnya adalah 2/3 gelas.
  3. Resep 3
    Ambillah benalu teh kering sebanyak 30 gr, daun hia kering 30 gr, kunyit putih yang segar 30 gr, serta temu mangga segar sebanyak 50 gr. Dan cara pengolahannya adalah semua bahan dicuci terlebih dahulu, setelah itu di iris tipis kunyit dan temu mangganya. Kemudian rebuslah semua bahan-bahan tadi menggunakan 5 gelas air sampai air yang tersisa adalah 3 gelas saja. Angkat dan kemudian disaring jika Anda hendak meminumnya. Aturan minumnya adalah diminum sesudah makan 3 kali sehari dengan dosis sekali minum adalah ½ glas. Dan jika Anda sudah mencoba resep-resep obat miom diatas, maka sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan diri ke dokter supaya Anda bisa mendapatkan hasil lebih baik.

Selain itu, jagalah pola hidup yang baik. hindari mengonsumsi makanan junkfood, dan mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi tinggi. Menjaga selalu kesehatan reproduksi Anda, sehingga bisa mencegah terjadinya penyakit miom dan gangguan kesehatan yang lain.

Itulah informasi mengenai bahaya penyakit miom dan obat miom alami. semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Bahaya Penyakit Miom

Posted in Penyakit Miom | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Miom dan Penyebabnya

Penyakit Miom dan PenyebabnyaPenyakit miom adalah salah satu jenis penyakit tumor pada otot rahim dan merupakan sel tumor jinak yang banyak tumbuh di dinding rahim dan juga vagina yang tumbuh pada wanita dan didalam periode atau masa produktif. Penyakit miom yang semakin berkembang dengan cepat dan juga ada yang semakin berkembang lebih lambat tergantung dari kondisi kesehatan tubuh dan juga dari tingkat kesehatan pada setiap orang yang berbeda-beda. Tetapi kebanyakan kasus penyakit miom tidak berbahaya, dan tidak ada hubungannya dengan resiko penyakit kanker rahim, walaupun segala kemungkinan dari terjadinya penyakit miom bisa saja terjadi, namun hanya beberapa kasus miom saja yang berubah menjadi penyakit kanker.

Penyakit Miom dan Penyebabnya

Banyak hal yang menyebabkan terjadinya penyakit miom. Penyakit miom dan penyebabnya adalah :

  1. Faktor usia
    Penyakit miom dan penyebabnya yang pertama akibat dari faktor usia. Miom banyak ditemmukan pada usia reproduktif sekitar 20% dan untuk wanita yang diatas 50 tahun maka resikonya meningkat menjadi 50%.
  2. Faktor keturunan
    Penyakit miom dan penyebabnya yang selanjutnya adalah faktor keturunan atau genetik. Wanita yang mempunyai garis keturunan di tingkat pertama dan juga utnuk penderita miom yang punya 2,5 kali resiko mengalami penyuakit miom daripada mereka yang tidak mempunyai garis keturunan.
  3. Hormon estrogen
    Penyakit miom dan penyebabnya yang selanjutnya adalah akibat dari konsentrasi hormon estrogen didalam jaringan miom yang lebih besar dibandingkan dengan jaringan pada miometrium normal yang paling utama di fase proliferasi dan juga pada masa menstrtuasi.
  4. Faktor obesitas
    Penyakit miom dan penyebabnya yang selanjutnya adalah akibat faktor obesitas atau kelebihan berat badan.
  5. Makanan
    Penyakit miom dan penyebabnya yang selanjutnya adalah karena makanan. Dengan mengonsusmi daging setengah matang maka hal ini akan menyebabkan potensi terjadinya penyakit miom menjadi semakin tinggi. Tetapi sayuran hijau akan membantu menurunkan potensi ini. Selain itu, hal yang harus dilakukan adalah dengan menghindari jenis makanan yang diawetkan yang bisa menjadi pemicu dari timbulnya penyakit miom dan gejalanya.
  6. Merokok
    Kebiasaan buruk merokok adalah salah satu penyebab dari terjadinya penyakit miom.
Penyakit Miom dan Penyebabnya

Penyakit Miom dan Penyebabnya

Gejala miom adalah :

  1. Nyeri pinggul
  2. Rasa penuh dibagian perut
  3. Konstipasi atau susah buang air besar
  4. Penekanan dibagian panggul
  5. Pendarahan saat haid dan diluar haid
  6. Munculnya penekanan di saluran indung telur yang menyebabkan kesulitan hamil pada wanita
  7. Ada rasa kenyal terasa dibagian bawah perut
  8. Gangguan susah buang air besar dan buang air kecil
  9. Penyakit anemia
  10. Dll

Untuk kasus penyakit miom yang tidak menunjukkan gejala, maka kemungkinan tidak memerlukan pengobatan. Dan untuk penyakit miom yang kecil maka biasanya akan menyusut sendiri. Pertumbuhan dari sel di miom tidak bersifat kanker dan kondisi seperti ini biasanya sangat jarang sekali mengganggu kehamilan.

Dibawah ini merupakan obat untuk penyakit miom dan penyebabnya adalah :

  1. Kontrasepsi oral (Pil KB)
    Kegunaan dari obat ini adalah bisa membantu menghambat sel telur supaya tidak dilepaskan dari ovarium yang berguna untuk membantu mencegah kehamilan. Dan selain itu juga kegunaan dari pil KB dapat membantu meringankan gejala pendarahan yang berlebih dan juga membantu untuk mengurangi rasa sakit haid.
  2. Levonorgestrel intrauterine system (LNG-IUS)
    merupakan suatu alat yang terbuat dari plastik dan diletakkan didalam rahim. Alat ini fungsinya adalah untuk mengeluarkan hormon progesteron yang disebut dengan levonorgestrel dengan perlahan. Dan dengan menggunakan alat ini, maka akan membantu melambatkan pertumbuhan dari dinding rahim supaya lebih tipis dan pendarahan yang menjadi lebih sedikit lagi. Fungsi alat ini juga bertindak sebagai alat kontrasepsi dan akan berhenti jika Anda sudah tidak menggunakannya lagi.
  3. Asam traneksamat
    Untuk Anda yang masih ingin  hamil, maka Anda dapat mengonsumsi obat traneksamat. Dan fungsi dari obat ini adalah untuk membantu menyebabkan terjadinya penggumpalan darah didalam rahim. Dan obat ini bukanlah alat kontrasepsi sehingga tidak bisa membantu mencegah kehamilan.
  4. Obat anti inflamasi non steroid (OAINS)
    Obat ini dapat diminum dengan fungsi utnuk menghentikan dan juga mengurangi terjadinya pendarahan. Obat ini bisa menghalangi tubuh untuk memproduksi senyawa prostaglandin, yang berhubungan dengan menstruasi berlebihan. OAINS ini merupakan salah satu obat yang digolongkan ke dalam obat meredakan sakit.
  5. Norethisterone oral
    Obat jenis ini adalah obat untuk menghasilkan hormon progesteron buatan manusia yang berfungsi untuk membantu mengurangi haid atau menstruasi berlebih. Dan fungsi dari obat ini adalah untuk membantu mencegah dinding rahim tumbuh dengan lebih cepat.
  6. Progesteron suntuk
    Mempunyai fungsi yang sama yang bisa membantu mencegah dinding rahim tumbuh lebih cepat dan membantu mengatasi pendarahan haid berlebih. Kegunaan dari obat ini adalah untuk alat kontrasepsi.
  7. Gonadotropin releasing hormone
    Merupakan obat yang akan membantu memproduksi hormon estrogen yang lebih sedikit dan kegunaannya akan membantu menyusutkan dan mengecilkan miom yang berada didalam tubuh. selain itu, kegunaan obat ini juga akan membantu meredakan haid dan menstruasi.

Penyakit Miom dan Penyebabnya

 

Posted in Penyakit Miom | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Miom pada Rahim Wanita

Penyakit Miom Pada Rahim WanitaPenyakit miom pada rahim wanita atau tumor dinding rahim merupakan salah satu penyakit dalam dunia kedokteran yang disebut dengan istilah miom. Penyakit miom pada rahim wanita ditandai dengan gejala nyeri pinggul atau juga perut. Dan perut akan terasa penuh atau kadang merasa seperti sedang hamil. Karena kandung kemih yang tertekan. Selain itu, wanita yang sedang mengalami penyakit miom pada rahim wanita biasanya akan sering buang air kecil.

Penyakit Miom

Selain itu, gangguan saat sedang menstruasi misalnya seperti rasa sakit hebat yang muncul, masalah haid tidak teratur dan juga terjadinya pendarahan yang bersifat tidak normal, jadi bisa lebih banyak keluar darah dan bahkan jangka waktunya lebih lama. Selain itu, gejala lain yang dirasakan adalah sakit saat melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Penyakit Miom pada Rahim Wanita

Penyakit Miom pada Rahim Wanita

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti apa penyebab dari penyakit miom pada rahim wanita. Namun diyakini karena terjadinya rangsangan hormon estrogen, dan jumlah reseptor dari estrogen pada jaringan mioma yang melebihi pada jaringan otot kandungan yang ada disekitarnya, sehingga akan tumbuh dengan lebih cepat saat masa kehamilan, dan semakin bertambah besar disaat reproduksi serta akan mengecil saat masa menopause.

Infeksi yang terjadi atau adanya jamur didalam rahim juga merupakan salah satu pemicu dari terjadinya penyakit miom pada rahim wanita walaupun sudah diangkat dengan jalan operasi. Pencegahan dini yang dilakukan adalah salah satu cara yang baik misalnya dengan selalu memelihara kebersihan dan juga kesehatan pada organ kewanitaan supaya tidak ada bakteri yang masuk ke dalam rahim. Dan kekhawatiran yang sering dialai oleh wanita yang terserang penyakit miom pada rahim wanita, apakah Anda bisa hamil atau tidak? Peluan dari kehamilan wanita dengan penyakit miom pada  rahim wanita memang jelas berkurang karena adanya suatu penyempitan pada leher rahim yang akan menghambat terjadi masuknya sperma ke dalam rahim sehingga akan membuat proses pembuahan menjadi sulit.

Khusus untuk penyakit miom pada rahim wanita yang tumbuh di dinding rahim yang juga bisa menghambat dari terjadinya masalah kehamilan, karena implantasi sel telur yang sudah dibuahi sehingga tidak bisa bekerja dengan baik. tetapi, sebaiknya Anda jangan berkecil hati, karena tidak akan ada penyakit yang tidak ada penanganannya. Dan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi penyakit miom pada rahim wanita adalah operasi pengangkatan miom. Sedangkan untuk waniya yang sudah hamil yang mengidap penyakit miom pada rahim wanita memang memunyai suatu resiko. Tetapi dengan rajin melakukan pemeriksaan kandungan ke dokter Anda, maka Anda akan mendapatkan solusi yang terbaik sehingga akan membantu memelihara kesehatan supaya kandngan Anda tumbuh dengan kondisi yang baik.

Dengan melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui kondisi rahim lewat USG maka akan membantu menunjukkan keberadaan serta ukuran dari kista dan juga miom yang lebih akurat. Dan kemajuan dari teknologi ini akan sangat membantu untuk mendeteksi secara dini berbagai kelainan yang terjadi di organ reproduksi.

Banyak orang yang beranggapan bahwa penyakit miom dan kista itu sama, padahal keduanya ini jelas berbeda. Perbedaan antara penyakit miom dengan kista adalah :

  1. Penyakit kista yang merupakan salah satu jenis penyakit tumor jinak yang isinya cairan atau juga jaringan tubuh misalnya seperti tulang lemak gigi, serta rambut yang terbungkus dengan suatu jaringan.
  2. Penyakit miom biasanya sering dikenal dengan istilah daging tumbuh, padahal sebenarnya adalah jaringan di otot rahim yang akan berkembang menjadi tumor jinak.

Biasanya penyakit kista dan miom bervariasi, dari mulai beberapa gram sampai beratnya yang mencapai 5 kg. Dan keduanya ini lebih sering menyerang wanita yang usianya diatas 30 tahun. Penyakit miom biasanya disebabkan karena faktor hormonal, stress serta pola hidup yang kurang baik. ukuran dari miom itu sendiri biasanya akan bertambah besar selama wanita masih dalam usia produktif. Penyakit miom ini juga lama kelamaan akan semakin berkembang jika muncul kehamilan. Tetapi di masa menopause, miom akan mengecil seiring dengan kadar hormon estrogen yang mengalami penurunan. Sedangkan hingga saat ini penyakit kista masih belum diketahui secara jelas apa penyebabnya. Tetapi, banyak dokter meyakini bahwa penyakit kista dipicu karena faktor keturunan dan juga karena paparan zat yang memunyai sifat karsinogenik.

Kelainan yang terjadi pada organ reproduksi wanita biasanya bisa diobati jika dideteksi secara dini. penyakit organ kewanitaan yang harus diwaspadai adalah penyakit kista dan miom salah satunya. Walaupun bukan berarti Anda tidak harus berhati-hati pada gangguan kesehatan yang lain. Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan organ reproduksi Anda untuk membantu mencegah terjadinya kelainan pada organ reproduksi lebih lanjut lagi.

Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung protein. Karena protein berguna untuk membantu meregenerasi pankreas yang akan membantu menormalkan kembali insulin yang sangat bermanfaat dalam memelihara kesehatan. Glikosida dan juga holothurine yang mempunyai sifat anti kanker serta anti tumor.

Itulah informasi mengenai penyakit miom pada rahim wanita, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Penyakit Miom pada Rahim Wanita

Posted in Penyakit Miom | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Miom

Miom adalah salah satu penyakit sejenis tumor jinak yang ada dinding rahim wanita yang tumbuh ketika wanita masih dalam masa produktif. Miom tidak hanya dapat tumbuh dalam 1 buah, miom dapat tumbuh banyak di tiap dinding rahim hingga ke selaput dinding rahim wanita. Miom rata-rata berukuran seperti kacang polong dan anggur.

Miom ada yang berkembang dengan cepat dan ada pula yang berkembang dengan lambat tergantung dari kondisi fisik dan tingkat kesehatan setiap orang yang berbeda-beda. Namun kebanyakan kasus miom ini tidak berbahaya dan tidak ada kaitannya dengan risiko adanya kanker rahim, meskipun segala kemungkinan dapat terjadi namun hanya beberapa kasus miom yang berubah menjadi kanker.

Miom diketahui ketika pada kehamilan atau saat memasuki kelahiran. Umumnya, kebanyakan wanita tidak menyadari atau tidak mengetahui adanya miom dalam dinding rahim, karena miom yag kecil umumnya tidak menunjukkan suatu gejala yang mudah dikenali.

Gejala-gejala umum yang sering terjadi pada penderita miom, adalah :

- Nyeri diperut atau di pinggul
- Perut terasa penuh
- Nyeri saat melakukan hubungan intim dengan pasangan
- Sering mengalami anemia ketika haid karena banyak kehilangan darah
- Seperti adanya penekanan pada panggul
- Infertilitas atau keguguran
- Konstipasi (sembelit)
- Terjadi perdarahan yang mengeluarkan banyak darah baik ketika masa menstruasi atau pun di luar menstruasi
- Terjadi penekanan pada saluran indung telur yang membuat seorang wanita susah hamil
- Ada perasaan kenyal di bagian bawah perut dekat rahim
- Mengalami gangguan susah BAB dan buang air kecil, pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul, gangguan ginjal karena adanya pembengkakan pada tangkai tumor
- Penekanan juga dapat terjadi di bagian kandung kemih, ureter, rektum atau organ rongga panggul lainnya.

Posted in Penyakit Miom | Tagged , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Penyebab Penyakit Miom

Miom nama lain dari tumor otot rahim. Miom merupakan sel-sel abnormal yang jinak yang tumbuh dari otot dinding rahim. Pada dasarnya, miom bisa menimbulkan gangguan, walaupun tidak selalu demikian.

Awalnya, miom tumbuh sebagai bibit kecil yang kemudian membesar dalam lapisan miometrium yaitu jaringan otot polos pada dinding rahim. Miom dapat tumbuhsatu atau lebih, bahkan ada yang sampai 30 buah dalam rahim.

Miom memiliki ukuran yang berbeda-beda. MIom yang sangat kecil sulit untuk dilihat sehingga perlu memamkai mikroskop, tetapi ada pula yang besar bahkan sampai 30 kg.

Gambar : Bagian putih merupakan tempat tumbuhnya miom

Sampai saat ini, penyebab terjadinya miom masih terus diteliti. Banyak ahli berpendapat bahwa miom terjadi akibat kerja hormon-hormon tubuh khususnya hormon estrogen. Seperti diketahui, setiap hormon emmiliki tugas masing-masing. Namun, mengingat kondisi tubuh setiap orang berbeda maka efek kerja hormon pun berbeda-beda, khususnya pada wanita.

Miom diperkirakan tumbuh akibat dari faktor hormonal terutama homron esterogen. Miom akan mengalami perkembangan seiring dengan masa produktivitas, saat hamil yang mana produksi hormon esterogen akan meningkat. Miom akan menyusut ketika seorang wanita memasuki masa menopause dimana tidak lagi dalam masa produktivitas yang ditandai dengan berhentinya menstruasi. Hormon progesteron juga dapat mempengaruhi pertumbuhan miom.

Adanya infeksi dan jamur yang ada didalam rahim juga dapat mempengaruhi pertumbuhan miom dan memungkinkan miom tumbuh kembali meski telah di angkat. Penting untuk menjaga kebersihan organ intim agar terhindar dari berbagai ancaman mikroorganisme yang masuk dalam organ intim yang dapat memungkinkan munculnya penyakit di vagina maupun di dalam rahim.

Posted in Penyakit Miom | Tagged , , , | Leave a comment

Pengobatan Alami Miom

Mioma uteri atau yang sering disebut uterine fibroid, merupakan tumor jaringan otot halus yang tumbuh di rahim. Biasanya merupakan pertumbuhan jaringan yang tidak ganas (jinak) dengan ukuran dan jumlah yang bervariasi, dari kelompok nodul berukuran kecil sampai terbentuk massa yang sangat besar menonjol. Umumnya, mioma terjadi pada wanita usia reproduksi. Mioma cenderung mengecil setelah menopause. Terjadinya mioma uteri dapat menyebabkan aborsi spontan yang berulang dan mengganggu kemampuan untuk hamil.

Penyebab penyakit miom ini belum diketahui secara pasti, kemungkinan karena penggunaan hormon-hormon steroids, seperti estrogen dan progesteron.

Penyakit miom tidak selalu menunjukkan gejala. Mioma yang terpelintir dapat menimbulkan rasa sakit. Ukuran yang besar dapat menimbulkan kejang, nyeri, perasaan penuh di bagian bawah perut, bertambahnya volume darah menstruasi, dan sering buang air kecil karena mioma menekan kandung kemih.

Pengobatan Herbal Miom

1. Resep Pertama

Bahan-Bahan :

- 50 gram temu putih segar
- 30 gram daun dewa
- 15 gram umbi teki kering
- 30 gram biji jali
- 200 gram akar teratai

Cara Pemakaian :

- Akar teratai di potong terlebih dahulu
- Kemudian dicuci bersih bersama semua bahan
- Lalu rebus dengan 1000 cc air hingga tersisa 400 cc
- Saring dan tunggu sampai dingin
- Setelah itu diminum 2 kali sehari
- Masing-masing 200 cc

2. Resep Kedua

Bahan-Bahan :

- 30 gram jombang kering
- 30 gram arbenan kering
- 15 gram bunga jengger ayam

Cara Pemakaian :

- Semua bahan di cuci bersih
- Lalu rebus dengan 1000 cc air hingga tersisa 400 cc
- Kemudian di saring dan diminum 2 kali sehari
- Masing-masing 200 cc

3. Resep Ketiga

Bahan-Bahan :

- 30 gram benalu teh kering
- 30 gram daun hia
- 30 gram kunyit putih segar
- 50 gram temu mangga segar

Cara Pemakaian :

- Cuci bersih semua bahan
- Kemudian rebus dengan 1000 cc air hingga tersisa 400 cc
- Lalu saring dan diminum 2 kali sehari
- Masing-masing 200 cc

Posted in Penyakit Miom | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri-Ciri Penyakit Miom

Selain bisa menjadi ganas, lebih sering muncul tumor jinak pada rahim atau mioma uteri. Jenis tumornya tidak hanya satu. Bisa tumbuh di bagian dinding luar rahim, pada otot rahimnya, atau bisa juga pada bagian dinding dalam rahim sendiri. Ini jenis tumor yang terbanyak ditemukan. Rata-rata pada wanita diatas umur 30 tahun. Penyebabnya masih belum jelas. Diduga ada kaitannya dengan hormon estrogen.

Tumor rahim yang bukan tumbuh pada dinding dalam rahim atau menonjol di endometrium, umumnya nyaris tidak bergejala atau keluhan apapun. Keluhan baru terasakan apabila ukuran tumornya sudah sedemikian besar, sehingga ada rasa penuh, rasa berat, dan rasa tidak enak di perut bagian bawah, atau seperti perempuan hamil. Selama tumornya masih kecil tidak terasakan apa-apa.

Mioma uteri pada dinding dalam rahim yang biasanya memunculkan gejala perdarahan. Bila mendadak muncul perdarahan, atau darah haid yag lebih banyak dari biasa, perlu dicurigai ini kemungkinan suatu mioma uteri.

Selain perdarahan abnormal, mungkin muncul keluhan nyeri. Keluhan ini tidak pada setiap kasus mioma. Hanya apabila mioma sudah mengganggu organ di sekitarnya, keluhan nyeri akan muncul.

Keluhan-keluhan yang sering dijumpai pada kasus mioma :

1. Perdarahan pervagina
2. Keluar cairan dari vagina ,
3. Nyeri perut,
4. Rasa perut tertekan,
5. Merasakan benjolan keras di perut.

Mioma yang menonjol ke rongga rahim sering tumbuh bertangkai. Apabila mioma mempunyai tangkai panjang, maka bola mioma nya kan keluar dari leher rahim, dan menyebul ke saluran vagina dan bahkan bisa keluar dari vagina (mioma geburt)

Tumor mioma uteri muncul sepanjang masa reproduksi wanita dan tidak ditemukan setelah menopause, tumornya akan mengecil sendiri, lalu menghilang.

Mioma dipertimbangkan jika akan diangkat apabila sudah mengganggu dan umur pasien masih jauh dari menopause. Apabila masih menginginkan untuk mempunyai anak, operasi hanya akan membuang mioma nya saja. Namun, pada wanita yang sudah mendekati menopause, operasi mengangkat seluruh rahim.

Operasi pada tumor mioma berupa pengangkatan massa tumor saja atau mengangkat tumor dan seluruh otot rahim. Secara umum dilakukan operasi miomektomi (pengangkatan tumornya saja) bila seseorang yang masih menginginkan fungsi reproduksi dipertahankan atau operasi pengangkatan rahim (histerektomi) bila usia penderita miom sudah menopause, atau keluhan perdarahan hebat. Pada masa lalu pengangkatan tumor mioma dilakukan bila mioma telah sebesar rahim saat usia hamil 12 minggu tanpa mempertimbangkan keluhan seseorang. Pada keadaan tertentu diberikan obat sejenis gonadotropin hormon, yang bertujuan meredam membesarnya tumor tersebut

Apabila tindakan operasi tidak memungkinkan, melihat kondisi pasien, maka dilakukan penyinaran. Dengan tindakan ini, indung telur akan ikut menyusut, sehingga sudah tidak bisa hamil lagi.

Posted in Penyakit Miom | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Miom

Miom yang masih kecil jarang menimbulkan gangguan. Biasanya, keluhan baru muncul ketika miom sudah tumbuh besar. Apalagi jika miom tersebut mendesak organ lain dalam tubuh. Misalnya jika besarnya miom menekan kandung kemih maka akan merasakan sakit ketika buang air kecil. Jika pertumbuhan miom menekan pembuluh darah dalam rongga panggul maka bisa menimbulkan pembesaran pembuluh darah vena serta rasa nyeri di rongga panggul. Adanya miom dalam tubuh seringkali membuat penderita mengalami gangguan haid, seperti haid datang tidak teratur, pendarahan yang terjadi di luar siklus haid, atau timbul rasa sakit yang luar biasa di saat haid.

Selain itu, dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan. Miom menyebabkan gangguan sirkulasi darah yang menuju organ-organ reproduksi di rongga panggul. Akibatnya proses pematangan sel telur pun bisa terganggu. Miom juga seringkali menyebabkan perubahan bentuk rahim sehingga terjadi penyumbatan pada pangkal saluran telur. Kondisi ini mengakibatkan sel telur yang sudah matang menjadi sulit untuk bertemu dengan sperma.

Jika proses pembuahan bisa terjadi, seringkali perubahan bentuk rahim mengakibatkan menempelnya hasil pembuahan serta pertumbuhan janin dalam rahim menjadi tidak sempurna dan akhirnya gagal. Selain itu, miom sebagai “benda asing” dalam rahim menyebabkan suasana rahim tidak kondusif sehingga sperma maupun embrio (jika berhasil dibuahi) tida bertahan “hidup”. Jika pada saat hamil terdapat miom dalam rahim, dapat mengganggu pertmbuhan janin, menimbulkan kelainan letak janin, atau menghambat turunnya kepala janin saat melahirkan.

Sampai saat ini, belum diketahui penyebab timbulnya miom sehingga pencegahan sulit dilakukan. Gaya hidup yang sehat, seperti makan makanan yang bergizi dan segar, mengurangi makanan berlemak, instan, dan kemasan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan umum dan reproduksi secara teratur, diharapkan dapat meminimalkan resiko terjadinya miom.

Selain mengidentifikasi gejala yang dialami, dokter akan mendiagnosis melalui pemeriksaan kandungan dan USG untuk memastikannya dan memantau seberapa besar pertumbuhan miomnya. Jika ternyata terdeteksi adanya miom, berikut ini beberapa penanganan yang bisa dilakukan :

- Tanpa Pengobatan

Pertumbuhan miom yang masih kecil dan tidak menimbulkan gangguan, tidak diperlukan pengobatan apapun. Apalagi jika terjadi pada wanita yang mendekati usia menopause (lebih dari 45 tahun). Pada wanita yang memasuki masa menopause, jumlah kadar estrogen dalam tubuhnya mulai berkurang. Sejalan dengan berkurangnya kadar estrogen, biasanya miom dengan sendirinya akan mengecil, tetapi penderita diminta untuk terus berkonsultasi dengan dokter untuk memantau kondisi miomnya, minimal 6 bulan sekali.

- Obat-Obatan

Pada wanita usia subur, selama miom masih relatif kecil dan tidak mengganggu, berikan terapi obat-obatan.

- Operasi

Jika miom mulai terasa mengganggu, bahkan sampai menghambat terjadinya kehamilan, perlu dilakukan operasi pengangkatan miom (miomektomi). Pada tindakan ini, dokter akan melepas miom dari dinding rahim dan memutus pembuluh-pembuluh darah yang mensuplai darah ke miom, sedangkan rahim tetap dipertahankan. Namun, jika miom terlanjur besar dan mengganggu, bahkan sampai merusak fungsi rahim serta organ-organ di dekatnya, perlu dilakukan operasi pengangkatan seluruh rahim (histerektomi).

Posted in Penyakit Miom | Tagged , , , , , , , , , , , , | 1 Comment